Tafsir Alquran Surat Ar-Rahman Ayat Ke 60
هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ
Latin :
hal jazaaa`ul-ihsaani illal-ihsaan
Artinya :
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
» Tafsir Tahlili :
(60) Dalam ayat ini Allah mengungkapkan bahwa tidak ada ganjaran bagi perbuatan yang baik kecuali kebaikan pula. Dalam ayat lain yang sama maksudnya Allah berfirman:
۞ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوا الْحُسْنٰى وَزِيَادَةٌ ۗوَلَا يَرْهَقُ وُجُوْهَهُمْ قَتَرٌ وَّلَا ذِلَّةٌ ۗاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ ٢٦
Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya (kenikmatan melihat Allah). Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dalam kehinaan. Mereka itulah penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Yūnus/10: 26) ;Sehubungan dengan ayat 60 ini Ibnu Abi Ḥātim, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqī dari Anas bin Mālik meriwayatkan:
عَنْ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَرَأَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلْ جَزَاءُ اْلإِحْسَانِ إِلاَّ اْلإِحْسَانِ. وَقاَلَ: هَلْ تَدْرُوْنَ مَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ مَا جَزَاءُ مَنْ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِ بِالتَّوحِيْدِ إِلاَّ الجَنَّةُ. (اخرجه ابن أبى حاتم وابن مردويه والبيهقى)
Dari Anas bin Mālik bahwa Rasulullah membaca ayat (yang artinya), “Tidak ada balasan kebaikan selain kebaikan,” kemudian beliau ber-tanya, “Apakah yang kalian ketahui dari firman Tuhan tersebut?” Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Nabi menjawab, “Allah berfirman, ‘Tidak ada balasan kebaikan bagi mereka yang Kuberi nikmat dengan mengesakan (Aku) kecuali surga.’” (Riwayat Ibnu Abi Ḥātim, Ibnu Mardawaih, dan al-Baihaqī)
» Tafsir Wajiz :
Tidak ada balasan untuk amal kebaikan selain anugerah Ilahi yang berupa kebaikan pula.
» Tentang :
Surat Ar-Rahman mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.
Sumber & Catatan
Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.
✍️ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
🔄 Diperbarui pada 04 Mar 2026