Tafsir Alquran Surat An-Najm Ayat Ke 61
وَاَنْتُمْ سٰمِدُوْنَ
Latin :
wa angtum saamiduun
Artinya :
sedang kamu lengah (darinya).
» Tafsir Tahlili :
(59-61) Ayat ini diungkapkan dalam bentuk pertanyaan, maksudnya: Apakah layak bagi kamu, sesudah keterangan yang jelas itu bahwa manusia merasa heran terhadap Al-Qur'an, sedang Al-Qur'an membawa petunjuk untuk kamu ke jalan yang benar dan menghantarkan kamu ke jalan yang lurus; atau kamu masih memandangnya rendah dengan mencemoohkan dan berpaling dari padanya.
Al-Baihaqī dalam Kitāb Syu‘abil Imān meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Ketika turun firman Allah, “maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?” Ahli Suffah menangis sehingga mengalir air mata mereka ke pipi. Dan ketika Nabi Muhammad saw melihat tangisan mereka beliau pun menangis, lalu kami menangis karena tangisan beliau, seraya berkata:
لاَ يَلِجُ النَّارَ مَنْ بَكَى فِيْ خَشْيَةِ اللهِ تَعَالىَ وَلاَ يَدْخُلُ الجَنَّةَ مُصِرٌّ عَلَى مَعْصِيَةٍ وَلَوْ لَمْ تُذْنِبُوْا لَجَاءَ الله ُبِقَوْمٍ يُذْنِبُوْنَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ. (رواه البيهقي)
Tidak akan masuk neraka orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah dan tidak akan masuk surga orang-orang yang terus-menerus mengerjakan maksiat. Dan kalaulah orang-orang tidak melakukan dosa sungguh Allah akan mendatangkan orang-orang yang berdosa (lalu mereka ber-istigfar), maka Allah mengampuni mereka. (Riwayat al-Baihaqī);Kemudian Allah menyatakan kewajiban mengagungkan dan khusyu‘ ketika mendengar Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah:
وَيَخِرُّوْنَ لِلْاَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا ۩ ١٠٩
Dan mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk. (al-Isrā'/17: 109)
» Tafsir Wajiz :
Wahai kaum kafir, saat sedang menertawakan berita tentang kiamat itu kamu berada dalam keadaan lengah dan lalai dari kedatangannya dan siksa di dalamnya.
» Tentang :
Surat An-Najm mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.
Sumber & Catatan
Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.
✍️ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
🔄 Diperbarui pada 25 Feb 2026