DoaUntuk

Tafsir Alquran Surat Al-Muddaththir Ayat Ke 56

🗓️ 03 Mar 2026 👁️ 8.024x Dibaca Al-qur'an Lengkap
Ukuran Font:
 
 
٥٦

وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗهُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ ࣖ

 

Latin :
wa maa yadzkuruuna illaaa ay yasyaaa`allaah, huwa ahlut-taqwaa wa ahlul-maghfiroh

 

Artinya :
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur'an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.

» Tafsir Tahlili :
(56) Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur'an kecuali jika Allah menghendakinya. Hanya Dia yang berhak memberi ampunan.
Tegasnya tidak ada yang memperoleh peringatan dan pengajaran dari Al-Qur'an melainkan siapa yang dikehendaki Allah. Tidak seorang pun yang sanggup berbuat demikian kecuali berdasarkan kekuasaan yang diberikan Allah. Begitulah Allah berbuat sekehendak-Nya tanpa terhalang oleh siapa pun. Oleh karena itulah kepada Allah saja manusia patut bertakwa, hanya Dia saja yang harus ditakuti dan Dia saja yang harus ditaati. Dialah memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang beriman.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:فِيْ قَوْلِهِ (هُوَ أَهْلُ التَّقْوَى وَأَهْلُ الْمَغْفِرَةِ) قَالَ يَقُوْلُ رَبُّكُمْ أَنْ اُتَّقَى أَنْ يُجْعَلَ مَعِيْ اِلَهٌ وَمَنِ اتَّقَى وَلَنْ يَجْعَلَ مَعِيْ اِلَهًا غَيْرِيْ فَأَنَا أَهْلٌ أَنْ اَغْفِرَ لَهُ. (رواه أحمد والدارمي والترمذي و النسائي و ابن ماجه عن أنس بن مالك)
Bahwasanya Rasulullah saw, membaca ayat ini “huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah” dan bersabda, “Tuhanmu berfirman, ‘Sayalah yang paling patut ditakuti, maka janganlah dijadikan bersama-Ku Tuhan yang lain. Barang siapa yang takwa kepada-Ku dan sekali-kali ia tidak menjadikan bersama-Ku Tuhan yang lain, maka Aku-lah yang berhak untuk mengampuninya’.” (Riwayat Aḥmad, ad-Dārimī, at-Tirmizī, an-Nasā'ī, dan Ibnu Mājah dari Anas bin Mālik)

» Tafsir Wajiz :
Ayat sebelumnya dapat menimbulkan kesan bahwa manusia memiliki kebebasan mutlak, maka ayat ini menegaskan bahwa, dan mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur’an kecuali jika Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut kita bertakwa kepada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, dan Dia juga yang berhak memberi ampunan kepada siapa pun yang dikehendaki-Nya.

» Tentang :
Surat Al-Muddaththir mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.

Sumber & Catatan

Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.

 

✍️ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
🔄 Diperbarui pada 03 Mar 2026

Kata Kunci:

Surat Al-muddaththir ayat ke 56 surat al muddathirarti al muddathirmakna al muddathirkeutamaan al muddathirterjemahan al muddathir

Bagikan:

Facebook Twitter