DoaUntuk

Tafsir Alquran Surat Al-Anfal Ayat Ke 27

๐Ÿ—“๏ธ 03 Mar 2026 ๐Ÿ‘๏ธ 9.105x Dibaca Al-qur'an Lengkap
Ukuran Font:
 
 
ูขูง

ูŠูฐู“ุงูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ุงูฐู…ูŽู†ููˆู’ุง ู„ูŽุง ุชูŽุฎููˆู’ู†ููˆุง ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู’ู„ูŽ ูˆูŽุชูŽุฎููˆู’ู†ููˆู’ู“ุง ุงูŽู…ูฐู†ูฐุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุงูŽู†ู’ุชูู…ู’ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ููˆู’ู†ูŽ

 

Latin :
yaaa ayyuhalladziina aamanuu laa takhuunullaaha war-rosuula wa takhuunuuu amaanaatikum wa angtum ta'lamuun

 

Artinya :
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

» Tafsir Tahlili :
(27) Abdullah bin Abi Qatadah berkata, โ€œAyat ini turun berkenaan dengan Abu Lubabah pada ketika Rasulullah saw, mengepung suku Quraiแบ“ah dan memerintahkan mereka untuk menerima putusan Saโ€˜ad. Sesudah itu Quraiแบ“ah berunding dengan Abu Lubabah tentang menerima putusan Saโ€˜ad itu, karena keluarga Abu Lubabah dan harta bendanya berada dalam kekuasaan mereka. Kemudian Quraiแบ“ah menunjuk ke lehernya (yakni sebagai tanda untuk disembelih). Abu Lubabah berkata, โ€œSebelum kedua telapak kakiku bergerak, aku telah mengetahui bahwa diriku telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.โ€ Kemudian ia bersumpah tidak akan makan apa pun sehingga ia mati, atau Allah menerima taubatnya. Kemudian ia pergi ke mesjid dan mengikat dirinya ke tiang, dan tinggal beberapa hari di sana sehingga jatuh pingsan, karena badannya sangat lemah. Kemudian Allah menerima taubatnya. Dan ia bersumpah, bahwa dia tidak boleh dilepaskan dirinya dari ikatannya selain oleh Rasulullah sendiri. Kemudian ia berkata, โ€œHai Rasulullah! Saya bernazar untuk melepaskan hartaku sebagai sadaqah.โ€ Rasulullah bersabda, โ€œCukuplah bersadaqah sepertiganya.โ€ (Riwayat Saโ€˜ad bin Manแนฃur dari Abdillah bin Abi Qatadah).
Allah menyeru kaum Muslimin agar mereka tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, yaitu mengabaikan kewajiban-kewajiban yang harus mereka laksanakan, melanggar larangan-larangan-Nya, yang telah ditentukan dengan perantaraan wahyu. Tidak mengkhianati amanat yang telah dipercayakan kepada mereka, yaitu mengkhianati segala macam urusan yang menyangkut ketertiban umat, seperti urusan pemerintahan, urusan perang, urusan perdata, urusan kemasyarakatan dan tata tertib hidup masyarakat. Untuk mengatur segala macam urusan yang ada dalam masyarakat itu diperlukan adanya peraturan yang ditaati oleh segenap anggota masyarakat dan oleh pejabat-pejabat yang dipercaya mengurusi kepentingan umat.
Peraturan-peraturan itu secara prinsip telah diberikan ketentuannya secara garis besar di dalam Al-Qur'an dan Hadis. Maka segenap yang berpautan dengan segala urusan kemasyarakatan itu tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip yang telah ditentukan. Karenanya segenap peraturan yang menyangkut kepentingan umat tidak boleh dikhianati, dan wajib ditaati sebagaimana mestinya. Hampir seluruh kegiatan dalam masyarakat ini berhubungan dengan kepercayaan itu. Itulah sebabnya maka Allah, melarang kaum Muslimin mengkhianati amanat, karena apabila amanat sudah tidak terpelihara lagi berarti hilanglah kepercayaan. Apabila kepercayaan telah hilang maka berarti ketertiban hukum tidak akan terpelihara lagi dan ketenangan hidup bermasyarakat tidak dapat dinikmati lagi.
Allah menegaskan bahwa bahaya yang akan menimpa masyarakat lantaran mengkhianati amanat yang telah diketahui, baik bahaya yang akan menimpa mereka di dunia, yaitu merajalelanya kejahatan dan kemaksitan yang mengguncangkan hidup bermasyarakat, ataupun penyesalan yang abadi dan siksaan api neraka yang akan menimpa mereka di akhirat nanti.
Khianat adalah sifat orang-orang munafik, sedang amanah adalah sifat orang-orang mukmin. Maka orang mukmin harus menjauhi sifat khianat itu agar tidak kejangkitan penyakit nifak yang dapat mengikis habis imannya.;
Anas bin Malik berkata:
ู…ูŽุง ุฎูŽุทูŽุจูŽู†ูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ ูุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ุงูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุนูŽู‡ู’ุฏูŽ ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุฏููŠู’ู†ูŽ ู„ูู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุนูŽู‡ู’ุฏูŽ ู„ูŽู‡ู (ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ูˆุงุจู† ุญุจุงู† ุนู† ุฃู†ุณ ุจู† ู…ุงู„ูƒ)
โ€œRasulullah saw pada setiap khutbahnya selalu bersabda: โ€œTidak beriman orang yang tak dapat dipercaya, dan tidak beragama orang yang tak dapat dipercaya.โ€ (Riwayat Aแธฅmad dan Ibnu แธคibbฤn dari Anas bin Malik);Sabda Nabi saw:
ุงูŽูŠูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŒ: ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ ( ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ)
โ€œTanda-tanda orang munafik itu ada tiga. Apabila menuturkan kata-kata ia berdusta, dan apabila berjanji ia menyalahi, dan apabila diberi kepercayaan ia berkhianat.โ€ (Riwayat Muslim dari Abu Hurairah)

» Tafsir Wajiz :
Bersyukur adalah sebuah keharusan, sebab aneka nikmat tersebut bersumber dari Allah. Tidak bersyukur berarti mengkhianati nikmat tersebut dari Pemberinya, karena itu Allah menyatakan, โ€œWahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati, yakni mengurangi sedikit pun hak Allah sehingga mengkufurinya atau tidak mensyukurinya, dan juga jangan mengkhianati Rasul, yakni Nabi Muhammad, tetapi penuhilah seruannya, dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu oleh siapa pun, baik amanat itu adalah amanat orang lain maupun keluarga; seperti istri dan anak, muslim atau non-muslim, sedang kamu mengetahui bahwa itu adalah amanat yang harus dijaga dan dipelihara.โ€ Segala sesuatu yang berada dalam genggaman manusia adalah amanat Allah yang harus dijaga dan dipelihara.

» Tentang :
Surat Al-Anfal mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.

Sumber & Catatan

Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.

 

โœ๏ธ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
๐Ÿ”„ Diperbarui pada 03 Mar 2026

Kata Kunci:

Surat Al-anfal ayat ke 27 surat al anfalarti al anfalmakna al anfalkeutamaan al anfalterjemahan al anfal

Bagikan:

Facebook Twitter