Tafsir Alquran Surat Al-Anbiya' Ayat Ke 64
فَرَجَعُوْٓا اِلٰٓى اَنْفُسِهِمْ فَقَالُوْٓا اِنَّكُمْ اَنْتُمُ الظّٰلِمُوْنَ ۙ
Latin :
fa roja'uuu ilaaa angfusihim fa qooluuu innakum angtumuzh-zhoolimuun
Artinya :
Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, "Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri)."
» Tafsir Tahlili :
(64) Pada ayat ini diterangkan keadaan kaum penyembah patung itu setelah mendengar jawaban Ibrahim. Mereka lalu menyesali diri, mereka menyembah patung-patung yang ternyata tidak mampu mempertahankan diri terhadap orang yang ingin merusaknya, dan tidak mampu membinasakannya. Kalau demikian halnya bagaimana ia akan mampu menolong dan melindungi orang lain. Oleh sebab itu patung tersebut tidak patut disembah.
Penyesalan diri mereka itu tampak jelas pada ucapan mereka yang saling menyalahkan antara sesama mereka bahwa mereka termasuk orang-orang yang zalim karena menyembah sesuatu yang tidak dapat berpikir dan berbicara. Itu merupakan suatu kebodohan diri mereka sendiri.
» Tafsir Wajiz :
Maka, setelah mendengar jawaban tersebut, mereka kembali kepada kesadaran mereka yang jernih sesuai akal sehat dan nurani bahwa patung-patung itu tidak layak disembah. Dan pemimpin mereka pun berkata, “Sesungguhnya kamu sekalianlah yang menzalimi diri sendiri, terus-menerus menyembah patung yang tidak bisa bicara, tidak bisa membela diri, apalagi menyelamatkan manusia.”
» Tentang :
Surat Al-Anbiya' mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.
Sumber & Catatan
Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.
✍️ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
🔄 Diperbarui pada 09 Mar 2026