DoaUntuk

Tafsir Alquran Surat Al-An'am Ayat Ke 12

🗓️ 02 Mar 2026 👁️ 12.959x Dibaca Al-qur'an Lengkap
Ukuran Font:
 
 
١٢

قُلْ لِّمَنْ مَّا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ قُلْ لِّلّٰهِ ۗ كَتَبَ عَلٰى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ ۗ لَيَجْمَعَنَّكُمْ اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيْهِۗ اَلَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُوْنَ

 

Latin :
qul limam maa fis-samaawaati wal-ardh, qul lillaah, kataba 'alaa nafsihir-rohmah, layajma'annakum ilaa yaumil-qiyaamati laa roiba fiih, alladziina khosiruuu angfusahum fa hum laa yu`minuun

 

Artinya :
Katakanlah (Muhammad), "Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?" Katakanlah, "Milik Allah." Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada diri-Nya. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu pada hari Kiamat yang tidak diragukan lagi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu tidak beriman.

» Tafsir Tahlili :
(12) Allah menyuruh Rasul-Nya agar bertanya kepada kaumnya yang ingkar, siapa pemilik segala yang ada di langit dan di bumi ini? Pertanyaan ini untuk membantah dasar keyakinan yang menyekutukan Allah (syirik), karena orang Arab jahiliah sebenarnya telah mengakui bahwa yang menciptakan langit dan bumi ini adalah “Allah” (al-‘Ankabūt/29:61 dan Luqmān/31: 25).
Kemudian Allah memerintahkan Rasul untuk memberikan jawaban, bahwa “semuanya itu milik Allah”. Kaum musyrik tentu akan menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang serupa. Tidak ada jawaban lain bagi mereka; dan mereka tidak akan memungkirinya, karena itu mereka tidak boleh menyandarkan sesuatu dari alam ini selain kepada Allah. Hanya Allah Raja dan Pemilik alam raya ini dengan segala isinya.
Allah, yang diakui oleh orang musyrik sebagai Pencipta yang menciptakan langit dan bumi dan yang memiliki keduanya, telah memperkenalkan diri-Nya melalui Rasul-Nya bahwasanya sifat kasih sayang merupakan keharusan dari zat-Nya, sifat kasih itu meliputi seluruh makhluk-Nya. Dia Maha Penyayang kepada seluruh hamba-Nya dengan melimpahkan bermacam-macam nikmat lahir dan batin kepada mereka. Jika mereka berbuat dosa Dia tidak segera menjatuhkan azab kepada mereka, sebaliknya mereka diberi kesempatan untuk bertobat dan kembali ke jalan Allah. Perbuatan dosa yang mereka lakukan sehingga mengakibatkan murka Allah adalah akibat kesalahan manusia itu sendiri. Bukankah karena kasih sayang Allah, manusia itu diciptakan dalam keadaan fitrah yang sempurna? Kemudian mereka diberi kesempatan untuk mengenali dan mengesakan-Nya dengan jalan menunjukkan bukti-bukti yang ada pada diri manusia dan di alam semesta ini. Karena rahmat Allah, rasul-rasul diutus kepada mereka dengan membawa Kitab-kitab yang penuh dengan ajaran-ajaran yang menuju kepada rida-Nya dan yang mencegah mereka dari murka-Nya. Tetapi kemudian manusia itulah yang menodai ajaran yang baik itu dengan berbagai kejahatan yang mereka lakukan. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah dan menghina para rasul. Allah berfirman:;وَمَا ظَلَمْنٰهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْا هُمُ الظّٰلِمِيْنَ
Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri. (az-Zukhruf/43:76);Karena rahmat Allah itu pulalah orang musyrik Mekah tidak dibinasakan seperti umat-umat terdahulu. Rasulullah saw bersabda:
إِنَّ الله َلَمَّا خَلَقَ خَلْقًا كََتَبَ كِتَابًا عِنْدَهُ فَوْقَ العَرْشِ: إِنَّ رَحْمَتِيْ سَبَقَتْ غَضَبِيْ (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة)
Sesungguhnya ketika Allah telah selesai menciptakan makhluk ini, Allah menulis Kitab yang ada di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului murka-Ku.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim dari Abu Hurairah);Berdasarkan kasih sayang itu, Allah akan menghimpun seluruh manusia pada hari Kiamat yang tidak ada keraguan terhadapnya. Keadilan akan ditegakkan pada hari itu. Tak seorang pun yang akan luput dan dialpakan. Adalah menjadi rahmat yang besar bagi hidup dan kehidupan manusia, bilamana setiap orang yakin dan sadar akan kejadian hari berkumpul itu. kesadaran ini menjadi pendorong baginya untuk membersihkan jiwanya dan meluhurkan budinya. Ketidakadilan yang terjadi dalam kehidupan duniawi, tentulah akan diperhitungkan oleh Allah dengan penuh keadilan pada hari Kiamat itu.
Orang yang merugikan dirinya sendiri, yakni orang yang menodai fitrah kejadian dirinya yang bersih, merusak mentalnya yang sehat dan menghilangkan kesediaannya untuk menerima kerasulan Muhammad dan tidak mau mendengarkan wahyu, dan mereka memilih jalan kekafiran, karena mereka tidak beriman kepada hari akhirat, merekalah orang yang merugi.

» Tafsir Wajiz :
Katakan juga, wahai Nabi Muhammad, kepada orang-orang kafir yang sombong dan keras kepala itu, “Milik siapakah apa yang ada di langit dan di bumi?” Katakanlah, “Semua makhluk yang ada di langit dan bumi ini adalah milik Allah.” Dia telah menetapkan dan memilih sifat kasih sayang dengan berjanji pada diri-Nya untuk mendahulukan kasih sayang kepada hamba-hamba-Nya daripada murka. Dia sungguh akan mengumpulkan kamu, seluruh manusia sejak Nabi Adam hingga manusia akhir zaman, pada hari kiamat, dalam kehidupan sesudah mati. Pengumpulan seluruh umat manusia ini tidak mungkin diragukan lagi kejadiannya. Dalam pertemuan itu, ada yang beruntung dan ada yang rugi. Orang-orang yang merugikan dirinya, mereka itu orang-orang yang tidak beriman, sedangkan yang beruntung adalah mereka yang beriman dan beramal saleh dengan ikhlas.

» Tentang :
Surat Al-An'am mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.

Sumber & Catatan

Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.

 

✍️ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
🔄 Diperbarui pada 02 Mar 2026

Kata Kunci:

Surat Al-an'am ayat ke 12 surat al anamarti al anammakna al anamkeutamaan al anamterjemahan al anam

Bagikan:

Facebook Twitter