Tafsir Alquran Surat Adh-Dhariyat Ayat Ke 39
ููุชููููููฐู ุจูุฑููููููู ููููุงูู ุณูฐุญูุฑู ุงููู ู ูุฌููููููู
Latin :
fa tawallaa biruknihii wa qoola saahirun au majnuun
Artinya :
Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, "Dia adalah seorang pesihir atau orang gila."
» Tafsir Tahlili :
(39) Namun, Firโaun menolak ajaran Musa dan membangkang seraya mengatakan bahwa apa yang dibawa oleh Musa itu adalah kebohongan belaka. Penolakan Firโaun dilakukannya dengan berbangga atas bala tentaranya, pengawalnya, menteri-menterinya, kekuatan dan kekuasaannya sambil berkata, โSesungguhnya Musa itu tukang sihir yang ahli atau orang gila.โ Ucapan Firโaun seperti itu diungkapkan dalam Al-Qur'an:
ููุงูู ุงูููู ุฑูุณูููููููู
ู ุงูููุฐูููู ุงูุฑูุณููู ุงูููููููู
ู ููู
ูุฌููููููู ูขูง
Dia (Firโaun) berkata, โSungguh, rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.โ (asy-Syuโarฤ'/26: 27);Firโaun bermaksud agar kaumnya menolak seruan Musa, sehingga mereka tidak memperhatikan serta memikirkan apa yang telah diserukan. Hal ini disebabkan Firโaun takut kehilangan pengaruhnya, dan keruntuhan kekuasaannya, serta takut akan kehilangan kekayaan, wibawa dan kedudukannya.
» Tafsir Wajiz :
Firโaun melihat mukjizat itu, tetapi dia bersama bala tentaranya berpaling dan dengan angkuh menolak ajakan Nabi Musa karena merasa dirinya berkuasa dan memiliki harta berlimpah. Dia berpaling dan berkata, โDia, yaitu Nabi Musa, adalah seorang pesihir yang tidak mengenal kemampuan orang lain atau orang gila yang berbuat sesuatu tanpa berpikir terlebih dahulu.โ
» Tentang :
Surat Adh-Dhariyat mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.
Sumber & Catatan
Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.
โ๏ธ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
๐ Diperbarui pada 07 Mar 2026