Tafsir Alquran Surat Fussilat Ayat Ke 23
ููุฐูฐููููู ู ุธููููููู ู ุงูููุฐููู ุธูููููุชูู ู ุจูุฑูุจููููู ู ุงูุฑูุฏูฐูููู ู ููุงูุตูุจูุญูุชูู ู ู ูููู ุงููุฎูฐุณูุฑููููู
Latin :
wa dzaalikum zhonnukumulladzii zhonangtum birobbikum ardaakum fa ashbahtum minal-khoosiriin
Artinya :
Dan itulah dugaanmu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhanmu, (dugaan itu) telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk orang yang rugi.
» Tafsir Tahlili :
(23) Dugaan orang-orang kafir bahwa Allah tidak mengetahui dan tidak melihat perbuatan-perbuatan buruk yang dilakukannya adalah persangkaan yang tidak baik. Persangkaan yang demikian akan menimbulkan keberanian untuk melakukan perbuatan-perbuatan terlarang, sehingga berakibat kerugian pada diri sendiri. Akibat persangkaan yang demikian itu, mereka akan mendapat kerugian dan kehinaan di dunia dan azab pedih di akhirat nanti.
Dari ayat ini, dapat dipahami bahwa sangkaan yang baik ialah meyakini bahwa Allah mengetahui segala perbuatan hamba-Nya sejak dari yang halus sampai kepada yang besar, sejak dari yang nampak sampai kepada yang tersembunyi, dan Allah mengetahui segala isi hatinya.
Jika seseorang telah memercayai yang demikian, maka ia selalu meneliti segala yang akan diperbuatnya, mana yang diridai Allah dan mana yang tidak diridai-Nya. Ia akan menghentikan serta menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak diridai Allah, karena ia telah yakin bahwa Allah melihat dan mengetahui semua perbuatannya itu.
Diriwayatkan oleh Aแธฅmad, Muslim, Abลซ Dฤwud, dan Ibnu Mฤjah dari Jฤbir bin โAbdulllฤh:
ููุงูู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู: ูุงู ููู
ูููุชูููู ุฃูุญูุฏูููู
ู ุฅููุงูู ูููููู ููุญูุณููู ุงูุธููููู ุจูุงูููู ุชูุนูุงููู.
Rasulullah saw bersabda, โKamu jangan sekali-kali mati kecuali berbaik sangka kepada Allah. (Riwayat Aแธฅmad, Muslim, Abลซ Dฤwud, dan Ibnu Mฤjah);Para ulama berpendapat bahwa sangkaan itu ada dua macam: pertama, sangkaan yang baik, yaitu menyangka bahwa Allah mempunyai rahmat, keutamaan, dan kebaikan yang akan dilimpahkan-Nya kepada manusia, sebagaimana tersebut dalam hadis Qudsi:
ุฃูููุง ุนูููุฏู ุธูููู ุนูุจูุฏููู ุจููู. (ุฑูุงู ู
ุณูู
ุนู ุฃูุณ)
Allah berfirman, โAku menuruti sangkaan hamba-Ku kepada-Ku.โ(Riwayat Muslim dari Anas);Kedua, sangkaan yang jelek, yaitu menyangka bahwa Allah tidak mengetahui segala perbuatan hamba-hamba-Nya.
Menurut Qatฤdah, sangkaan itu ada dua macam, yaitu: pertama, sangkaan yang menyelamatkan seperti yang diterangkan firman Allah:
ุงูููููู ุธูููููุชู ุงูููููู ู
ูููฐูู ุญูุณูุงุจููููู
Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku. (al-แธคฤqqah/69: 20);Dan firman Allah:
ุงูููุฐููููู ููุธูููููููู ุงููููููู
ู ู
ููููฐููููุง ุฑูุจููููู
ู ููุงููููููู
ู ุงููููููู ุฑูฐุฌูุนููููู
(Yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (al-Baqarah/2: 46);Kedua, sangkaan yang merusak, seperti yang diterangkan firman Allah ini.
Umar bin Khaแนญแนญab berkata tentang ayat ini, โMereka adalah orang-orang yang terus-menerus berbuat maksiat, tidak bertobat dari perbuatan itu, dan mereka berdebat tentang ampunan Tuhan, sehingga mereka meninggalkan dunia tidak membawa apa-apa.โ Kemudian Umar membaca ayat ini.
Al-แธคasan al-Baแนฃrฤซ berkata, โSesungguhnya satu kaum yang diperdaya oleh angan-angannya yang kosong sehingga mereka meninggal dunia, dan tiadalah mereka mempunyai suatu kebaikan pun. Salah seorang dari mereka berkata, โSesungguhnya aku berbaik sangka terhadap Tuhanku.โ Sesungguhnya ia telah berdusta. Jika baik sangkaannya, tentu baik pula amalnya.โ Kemudian Al-แธคasan al-Baแนฃrฤซ membaca ayat ini.
» Tafsir Wajiz :
Dan sungguh itulah dugaan buruk-mu yang telah kamu sangkakan terhadap Tuhan yang telah berbuat baik kepada-mu, dan sekarang ternyata dugaan itulah yang telah membinasakan kamu, sehingga jadilah kamu termasuk dalam kelompok orang yang rugi,
» Tentang :
Surat Fussilat mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.
Sumber & Catatan
Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.
โ๏ธ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
๐ Diperbarui pada 10 Mar 2026