DoaUntuk

Tafsir Alquran Surat Al-Kahf Ayat Ke 65

๐Ÿ—“๏ธ 10 Mar 2026 ๐Ÿ‘๏ธ 12.811x Dibaca Al-qur'an Lengkap
Ukuran Font:
 
 
ูฆูฅ

ููŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽุง ุนูŽุจู’ุฏู‹ุง ู…ู‘ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู†ูŽุงู“ ุงูฐุชูŽูŠู’ู†ูฐู‡ู ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ู…ู‘ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏูู†ูŽุง ูˆูŽุนูŽู„ู‘ูŽู…ู’ู†ูฐู‡ู ู…ูู†ู’ ู„ู‘ูŽุฏูู†ู‘ูŽุง ุนูู„ู’ู…ู‹ุง

 

Latin :
fa wajadaa 'abdam min 'ibaadinaaa aatainaahu rohmatam min 'ingdinaa wa 'allamnaahu mil ladunnaa 'ilmaa

 

Artinya :
lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.

» Tafsir Tahlili :
(65) Dalam ayat ini, dikisahkan bahwa setelah Nabi Musa dan Yusyaโ€˜ menelusuri kembali jalan yang dilalui tadi, mereka sampai pada batu yang pernah dijadikan tempat beristirahat. Di tempat ini, mereka bertemu dengan seseorang yang berselimut kain putih bersih. Orang ini disebut Khidir, sedang nama aslinya adalah Balya bin Mulkan. Ia digelari dengan nama Khidir karena ia duduk di suatu tempat yang putih, sedangkan di belakangnya terdapat tumbuhan menghijau. Keterangan ini didasarkan pada hadis berikut:
ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ ู‡ูุฑูŽูŠู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุณูู…ู‘ููŠูŽ ุงู„ู’ุฎูุถู’ุฑู ู„ูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ุฌูŽู„ูŽุณูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ููŽุฑู’ูˆูŽุฉู ุจูŽูŠู’ุถูŽุงุกุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ู‡ููŠูŽ ุชูŽู‡ู’ุชูŽุฒู‘ู ู…ูู†ู’ ุฎูŽู„ู’ููู‡ู ุฎูŽุถู’ุฑูŽุงุก. (ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, โ€œDinamakan Khidir karena ia duduk di atas kulit binatang yang putih. Ketika tempat itu bergerak, di belakangnya tampak tumbuhan yang hijau.โ€ (Riwayat al-Bukhฤrฤซ)
Dalam ayat ini, Allah swt juga menyebutkan bahwa Khidir itu ialah orang yang mendapat ilmu langsung dari Allah. Ilmu itu tidak diberikan kepada Nabi Musa, sebagaimana juga Allah telah menganugerahkan ilmu kepada Nabi Musa yang tidak diberikan kepada Khidir.
Menurut Hujjatul Islam al-Gazali, bahwa pada garis besarnya, ada dua cara bagi seseorang untuk mendapatkan ilmu:
1. Proses pengajaran dari manusia, disebut at-taโ€˜lฤซm al-insฤnฤซ, yang dibagi lagi menjadi dua, yaitu:
a. Belajar kepada orang lain (di luar dirinya).
b. Belajar sendiri dengan menggunakan kemampuan akal pikiran.
2. Pengajaran yang langsung diberikan Allah kepada seseorang yang disebut at-taโ€˜lฤซm ar-rabbฤnฤซ, yang dibagi menjadi dua juga, yaitu :
a. Diberikan dengan cara wahyu, yang ilmunya disebut: โ€˜ilm al-anbiyฤ' (ilmu para nabi) dan ini khusus untuk para nabi.
b. Diberikan dengan cara ilham yang ilmunya disebut โ€˜ilm ladunnฤซ (ilmu dari sisi Tuhan). โ€˜Ilm ladunnฤซ ini diperoleh dengan cara langsung dari Tuhan tanpa perantara. Kejadiannya dapat diumpamakan seperti sinar dari suatu lampu gaib yang langsung mengenai hati yang suci bersih, kosong lagi lembut. Ilham ini merupakan perhiasan yang diberikan Allah kepada para kekasih-Nya (para wali).

» Tafsir Wajiz :
Lalu ketika keduanya telah sampai ke tempat hilangnya ikan itu, mereka menuju ke arah batu tempat mereka beristirahat beberapa waktu atau beberapa hari yang lalu. Di tempat itulah mereka berduabertemu dengan seorang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, berupa kenabian atau aneka macam nikmat lainnya, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya secara langsung dari sisi Kami, yaitu ilmu tentang perkara-perkara gaib yang tidak dimengerti oleh manusia pada umumnya. Menurut sebagian besar mufasir yang dimaksud dengan hamba yang saleh itu adalah Nabi Khidr. Keunggulan ilmu yang dimiliki oleh Nabi Khidr, mendorong Nabi Musa ingin tertemu dan belajar kepadanya.

» Tentang :
Surat Al-Kahf mengandung pesan-pesan pokok yang berkaitan dengan iman, akhlak, dan petunjuk hidup.
Ayat-ayatnya menampilkan kombinasi ajaran teologis dan nasihat moral yang relevan untuk kehidupan sehari-hari.
Teks ini sering menyertakan kisah-kisah nabi atau perumpamaan untuk memberi pelajaran praktis.
Pembaca dianjurkan memahami konteks ayat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam penafsiran.
Surat ini menegaskan pentingnya berpegang pada wahyu sebagai sumber petunjuk dan hukum.
Dalam banyak bagian terdapat panggilan untuk bertakwa, berbuat adil, dan menjaga akhlak sosial.
Kandungan surat ini dapat dipakai sebagai dasar refleksi spiritual dan pedoman tindakan yang beretika.
Pemahaman yang matang membutuhkan pembelajaran dari ulama dan rujukan tafsir yang terpercaya.
Menghayati makna surat ini membantu membangun keseimbangan antara keyakinan batin dan praktik quotidien.
Semoga penghayatan isi surat ini menumbuhkan keteguhan iman dan perbaikan moral.

Sumber & Catatan

Teks doa pada halaman ini disusun berdasarkan doa-doa Islami yang umum digunakan oleh umat Muslim, termasuk referensi bacaan doa harian dari berbagai sumber literatur dan aplikasi Islami. Penjelasan disajikan untuk tujuan edukasi dan kemudahan pemahaman.

 

โœ๏ธ Ditulis oleh Tim DoaUntuk
๐Ÿ”„ Diperbarui pada 10 Mar 2026

Kata Kunci:

Surat Al-kahf ayat ke 65 surat al kahfarti al kahfmakna al kahfkeutamaan al kahfterjemahan al kahf

Bagikan:

Facebook Twitter